Jakarta –
Lebih Bersama 14 juta orang diperkirakan Berencana meninggal Di lima tahun Hingga Didepan Sebab pembubaran U.S. Agency for International Development atau USAID Bersama pemerintahan Trump. Hal ini berdasarkan Kajian yang diterbitkan Hingga jurnal The Lancet.
Para peneliti menghitung manfaat penyelamatan nyawa Bersama pendanaan USAID Di periode 21 tahun, Sesudah Itu menggunakan data tersebut Untuk menentukan berapa banyak nyawa yang Berencana hilang tanpa pendanaan USAID Hingga masa mendatang.
“Prakiraan kami Menunjukkan bahwa, kecuali pemotongan dana mendadak yang diumumkan dan diterapkan Ke paruh pertama tahun 2025 dibatalkan, sejumlah besar kematian yang dapat dihindari dapat terjadi Ke tahun 2030,” kata studi tersebut dikutip Bersama Reuters, Selasa (1/7/2025).
Analisis tersebut menemukan bahwa, Bersama tahun 2001 hingga 2021, Inisiatif-Inisiatif yang didanai USAID mencegah hampir 92 juta kematian Hingga 133 Negeri, termasuk lebih Bersama 25 juta kematian akibat HIV/AIDS, Di 11 juta akibat Penyakit diare, 8 juta akibat malaria, dan hampir 5 juta akibat tuberkulosis.
Proyeksi Menunjukkan bahwa pemotongan dana besar yang Lagi berlangsung, dikombinasikan Bersama potensi pembubaran badan tersebut dapat mengakibatkan lebih Bersama 14 juta kematian tambahan Ke tahun 2030, termasuk 4,5 juta kematian Hingga kalangan anak-anak yang berusia Hingga bawah 5 tahun.
Para pakar dan advokat Ham telah memperingatkan tentang pemotongan tersebut. Pendanaan USAID Memperoleh peran penting Di Memperbaiki Kesejaganan Dunia, terutama diarahkan kepada Negeri-Negeri berpenghasilan rendah dan menengah, khususnya Negeri-Negeri Afrika.
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kabar Buruk, 14 Juta Orang Diperkirakan Berencana Meninggal Imbas Trump Bubarkan USAID











