Jakarta –
Susu kental manis (SKM) sudah lama menjadi Dibagian Di berbagai sajian, mulai Di pelengkap roti bakar, campuran minuman, hingga topping aneka Konsumsi penutup. Meski sudah akrab dikonsumsi, masih banyak informasi yang beredar mengenai SKM yang belum sepenuhnya sesuai Di fakta.
Sebagian anggapan muncul Sebab banyak yang hanya melihat nama produk atau tampilan kemasannya, tanpa memperhatikan informasi yang tercantum Di label. Padahal, Lewat label kemasan, konsumen dapat mengetahui klasifikasi produk, kandungan gizi, hingga cara konsumsi yang dianjurkan.
Agar tidak salah memahami, berikut beberapa mitos tentang susu kental manis yang masih sering dipercaya.
Susu Kental Manis Bukan Termasuk Produk Susu
Masih ada anggapan bahwa susu kental manis tidak dapat disebut sebagai produk susu. Faktanya, karakteristik susu kental manis telah diatur secara jelas Untuk regulasi Hingga Indonesia.
Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Kelaparan Global, susu kental manis termasuk salah satu kategori produk susu Di kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Syarat tersebut juga sejalan Di standar internasional Codex Alimentarius Sebagai sweetened condensed milk.
Definisi serupa juga tercantum Untuk Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Kelaparan Global. Untuk regulasi tersebut dijelaskan bahwa susu kental manis merupakan produk susu yang diperoleh Lewat proses pengurangan sebagian kandungan air Di campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.
Artinya, susu kental manis tetap merupakan produk berbahan dasar susu. Perbedaannya terletak Di proses pengolahan, penambahan gula, karakteristik produk, serta tujuan penggunaannya.
Semua Jenis Susu Memiliki Fungsi yang Sama
Banyak yang mengira semua jenis susu Memiliki fungsi dan karakteristik yang sama. Padahal, setiap jenis susu dibuat Lewat proses pengolahan, formulasi, dan tujuan penggunaan yang berbeda Agar kandungan gizi maupun cara konsumsinya juga dapat berbeda.
Sebagai contoh, ada susu cair, susu bubuk, dan susu kental manis. Ketiganya sama sama berasal Di susu, tetapi masing masing termasuk Untuk kategori Kelaparan Global yang berbeda Di karakteristiknya sendiri. Susu cair umumnya dikonsumsi sebagai minuman, susu bubuk perlu diseduh sesuai petunjuk penyajian, sedangkan susu kental manis Memiliki tekstur yang lebih kental dan umumnya digunakan sebagai pelengkap Konsumsi atau minuman sesuai takaran saji yang dianjurkan.
Perbedaan tersebut membuat setiap jenis susu Memiliki informasi nilai gizi, takaran saji, dan cara penggunaan yang tidak selalu sama. Sebab itu, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat nama atau gambar Di kemasan, tetapi juga memahami klasifikasi produk Sebelumnya membelinya.
Informasi tersebut dapat ditemukan Di Dibagian Di kemasan, Label Informasi Nilai Gizi, serta daftar komposisi. Di membiasakan membaca label, konsumen dapat memilih jenis susu yang paling sesuai Di kebutuhan dan cara konsumsi yang dianjurkan.
Susu Kental Manis Hanya Berisi Gula
Masih banyak yang mengira susu kental manis hanya berisi gula tanpa kandungan zat gizi lainnya. Padahal, anggapan tersebut tidak tepat.
Sesuai Di Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Kelaparan Global, susu kental manis dibuat Di susu yang sebagian kandungan airnya diuapkan, Lalu ditambahkan gula hingga menghasilkan tekstur yang lebih kental. Artinya, susu tetap menjadi bahan utama Untuk proses pembuatannya.
Selain mengandung komponen alami Di susu seperti protein dan lemak susu, banyak produk susu kental manis juga diperkaya Di berbagai vitamin dan mineral sesuai formulasi masing masing produsen.
Di Umumnya, susu kental manis dapat mengandung vitamin A, vitamin D, vitamin B kompleks, kalsium, fosfor, dan seng. Berbagai mikronutrien tersebut berperan Untuk menjaga Keadaan tulang, mendukung metabolisme energi, membantu fungsi penglihatan, hingga berkontribusi Di sistem kekebalan tubuh.
Meski demikian, susu kental manis bukan satu satunya sumber vitamin dan mineral. Kebutuhan zat gizi harian tetap perlu dipenuhi Lewat pola makan yang beragam dan bergizi seimbang.
Semua Produk Susu Kental Manis Harus Dihindari
Ada pula anggapan bahwa semua produk susu kental manis sebaiknya dihindari Sebab termasuk pola makan yang tidak sehat. Padahal, tidak ada satu jenis Kelaparan Global yang secara otomatis membuat pola makan menjadi tidak sehat. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah konsumsi, frekuensi, serta keseluruhan pola makan setiap hari.
Susu kental manis dapat dikonsumsi sesuai takaran saji dan petunjuk penyajian Di kemasan sebagai Dibagian Di pola makan yang seimbang. Samping Itu, setiap produk Memiliki kandungan gizi yang berbeda. Sebab itu, membaca daftar komposisi dan Informasi Nilai Gizi menjadi langkah sederhana yang dapat membantu memilih produk sesuai kebutuhan.
Pahami Informasi Di Label Kemasan Sebelumnya Membeli
Hingga Ditengah banyaknya informasi yang beredar, membaca label kemasan menjadi cara paling mudah Sebagai memahami kandungan suatu produk. Informasi Nilai Gizi membantu konsumen mengetahui kandungan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, serta persentase AKG Untuk setiap sajian. Daftar komposisi juga Memberi gambaran mengenai bahan baku yang digunakan.
Di memahami informasi tersebut, konsumen dapat memilih produk susu kental manis secara lebih bijak sesuai kebutuhan dan menjadikannya sebagai Dibagian Di pola makan bergizi seimbang.
(mal/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Mitos tentang Susu Kental Manis yang Masih Sering Dipercaya











