loading…
Deklarasi Asia Pasifik Bagi Palestina. Foto/Istimewa
“Dua hal yang paling penting adalah para peserta Dialog Internasional Asia Pasifik bersepakat Bagi memperkuat kerja gerakan Internasional Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP) Ke Asia Pasifik dan Berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat gerakan,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim Ke Kompleks Mprri/Lembaga Legis Latif, Senayan, Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Sudarnoto menjelaskan, tragedi genosida dan kekejaman massal yang terus dilakukan Di rakyat Palestina, khususnya Ke Gaza, Ke mana puluhan ribu warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak telah dibunuh, dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi Untuk Situasi Ketahanan Pangan, blokade, dan penghancuran infrastruktur vital termasuk Fasilitas Medis, sekolah, serta Tempattinggal ibadah.
Baca juga: Organisasi Internasional dan YPSP Gagas Aliansi Parpol Dukung Perjuangan Rakyat Palestina
Lalu, adanya Piagam Organisasi Internasional (1945), Deklarasi Universal Ham (1948), Konvensi Jenewa (1949), dan Konvensi tentang Upaya Mencegah dan Penghukuman Kejahatan Genosida (1948), yang semuanya menegaskan perlindungan warga sipil dan hak semua bangsa atas penentuan nasib sendiri.
“Juga Memahami ketidakadilan historis yang menimpa rakyat Palestina akibat puluhan tahun pendudukan, pengusiran, dan penolakan sistematis Di hak-hak dasar mereka, termasuk hak atas Ketahanan Pangan dan Terapi-obatan,” ujar Prof Sudarnoto.
“Menyampaikan apresiasi mendalam kepada gelombang gerakan solidaritas Internasional, termasuk Ke Daerah Asia-Pasifik, yang telah memobilisasi jutaan orang Bagi menuntut keadilan, akuntabilitas, dan terwujudnya kemerdekaan Palestina,” sambungnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Perwakilan Negeri se-Asia Pasifik Deklarasi Dukung Kemerdekaan Palestina











