loading…
Israel sangat takut Bersama Pakta Lini Di Mekkah. Foto/X/@SouthAsiaIndex
Menurut media berbahasa Ibrani ini, hanya sehari Setelahnya pengumuman perjanjian tersebut, Pembantu Ri Lini Di Pakistan Khawaja Asif—yang menyebut Israel sebagai “ancaman Untuk seluruh dunia Islam”—menyerukan pembentukan “front militer bersatu” Sebagai melawan rezim tersebut.
Surat kabar Zionis ini memperingatkan bahwa pimpinan rezim Israel tidak bisa memandang Kerja Sama Politik ini hanya sebagai masalah teknis semata, terutama ketika salah satu anggotanya (Pakistan) sudah berbicara mengenai pengorganisasian militer dunia Islam Sebagai melawan Israel.
Akan Tetapi, Jerusalem Post menekankan bahwa Israel harus tetap menjaga hubungan yang sepenuhnya terbuka Bersama Riyadh, Sebab kepentingan Tel Aviv terletak Di upaya mempercepat masuknya Arab Saudi Di Di struktur Perlindungan kawasan yang dipimpin Amerika Serikat—yang mencakup Israel dan Negeri-Negeri Arab yang bersedia berkompromi; sebuah struktur yang bertujuan membentuk aliansi permanen Sebagai Berjuang Bersama Iran, Memperbaiki kerja sama Lini Di rudal dan udara, serta melindungi jalur perdagangan.
Laporan tersebut Lebih Jelas menyoroti perlunya Washington Memberi perhatian khusus Pada peristiwa Di Mekkah, Bersama Berkata bahwa langkah mitra lama Amerika (Arab Saudi) Sebagai mencari perlindungan Di bawah payung Perlindungan tambahan Di Ankara dan Islamabad—yang Memiliki senjata nuklir—merupakan peringatan serius mengenai memudarnya kepercayaan Pada jaminan Perlindungan AS.
Analisis tersebut menekankan bahwa pemerintah AS perlu mempertanyakan mengapa salah satu mitra Arabnya yang paling penting merasa perlu adanya struktur Perlindungan alternatif, serta bagaimana AS dapat mencegah struktur Terbaru ini Memutuskan pendekatan yang secara eksplisit anti-Israel.
The Jerusalem Post juga menyarankan agar Israel berkomunikasi secara jelas Bersama Riyadh sembari melanjutkan upaya normalisasi. Menurut media tersebut, Arab Saudi dapat memainkan peran Kunci Di menciptakan stabilitas Di Timur Di, dan Israel Memiliki banyak alasan Sebagai merangkul Riyadh lebih Didekat.
Perlu dicatat bahwa rincian teknis pelaksanaannya—seperti besaran dan jenis Pemberian militer yang mengikat jika terjadi serangan—belum sepenuhnya diungkapkan. Akan Tetapi, struktur keseluruhannya didasarkan Di prinsip Upaya Mencegah dan solidaritas Perlindungan, serta dibenarkan Di kerangka hak bela diri secara individual maupun kolektif sesuai Bersama Pasal 51 Piagam Organisasi Internasional.
Sebagian pihak menilai kesepakatan ini sebagai upaya Pakistan, Arab Saudi, dan Turki Sebagai memperkuat Perlindungan kolektif serta Mengurangi ketergantungan semata Di jaminan Perlindungan Di pihak luar.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mengapa Israel Sangat Takut Bersama Pakta Lini Di Mekkah?











