Jakarta –
Citra satelit NASA Menunjukkan sebaran karbon monoksida Ke Area Indonesia dan sekitarnya Di periode 13-15 Oktober 2026. Di visualisasi tersebut, sejumlah Area Ke Indonesia tampak didominasi warna merah.
Di keterangan NASA, area berwarna merah Menunjukkan konsentrasi karbon monoksida yang lebih tinggi, sedangkan area berwarna biru dan ungu Menunjukkan konsentrasi yang lebih rendah.
Citra tersebut ditampilkan Melewati laman Eyes on the Earth milik NASA Di fitur Vital Signs. Data yang digunakan menggambarkan rata-rata karbon monoksida Ke atmosfer Di ketinggian Di 18.000 kaki atau 5,5 kilometer, Didalam rentang pengamatan Pada tiga hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas ini dapat dihasilkan Didalam pembakaran bahan bakar dan biomassa, termasuk Kebakaran Liar dan lahan. Karbon monoksida dapat bertahan Ke atmosfer Pada Di satu bulan. Gas tersebut bertahan cukup lama Sebagai diangkut Dari angin, tetapi tidak cukup lama Sebagai bercampur secara merata Ke seluruh atmosfer.
Citra satelit NASA tidak menjelaskan sumber karbon monoksida yang teramati Ke Area Indonesia Di periode tersebut. Meski demikian, gambaran ini perlu menjadi perhatian atas Kebakaran Liar yang kini terjadi.
Kepala Badan Nasional Penanggulanagan Bencana (BNPB) Suharyanyo menyebut, luas Kebakaran Liar dan lahan (karhutla) Ke enam provinsi yang ditangani tercatat 639,29 hektare. Karhutla terluas ada Ke provinsi Kalimatan Di.
“Sebagai provinsi prioritas lahan gambut ada Ke enam provinsi, Bapak Ri: Kalimantan Di, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Sebagai hari ini, yang terbakar yang masih ditangani Dari satgas Ke lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare,” kata Suharyanto Pada melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Ri Prabowo Subianto, dilihat Ke YouTube Sekretariat Ri, Selasa (13/10/2026).
Dampak Karbon Monoksida Untuk Keadaan
Paparan karbon monoksida dapat menyebabkan keracunan. Dikutip Didalam laman NHS, keracunan karbon monoksida dapat menimbulkan sejumlah Tanda-Tanda, seperti:
- Sakit kepala
- Pusing
- Tubuh terasa lemah
- Kelelahan dan kebingungan
- Nyeri dada dan otot
- Sesak napas
- Wajah terasa panas dan tampak kemerahan
- Kehilangan penglihatan
(elk/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Citra Satelit NASA Tampilkan Sebaran Karbon Monoksida Tinggi Ke Indonesia







