Aroma gurih kol goreng yang garing kerap makin menggugah selera Di diberi taburan garam atau bumbu penyedap rasa. Olahan sayur yang satu ini memang disukai Sebab teksturnya yang renyah.
Tetapi Ke balik kenikmatan tersebut, kombinasi proses penggorengan dan tambahan bumbu tabur justru menciptakan ancaman ganda Bagi Kesejaganan tubuh. Sayur yang sebenarnya kaya Gizi bermanfaat Di Di Kebugaran segar, Karena Itu membawa risiko Bagi Kesejaganan Sebab digoreng.
Citarasa Sehat yang Karena Itu “Gemuk Kalori”
Proses penggorengan Didalam suhu tinggi membuat struktur dinding sel kol rusak dan menyerap Migas Di jumlah besar. Ketika kol goreng yang sudah padat lemak tersebut masih ditambah bumbu penyedap dan garam, Standar gizinya Lebihterus merosot tajam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktisi Medis spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan, tambahan bumbu-bumbu tersebut membuat sajian yang sejatinya rendah kalori berubah menjadi Citarasa yang memicu kenaikan berat badan.
“Terus udah pasti kalorinya Berencana tinggi banget. Karena Itu kayak gemuk kalori nih si kolnya, padahal kolnya gak bikin kenyang,” ucap dr Yaze kepada detikcom, Jumat (16/10/2026).
Dobel Risiko Hipertensi dan Lemak Jenuh
Tidak hanya memicu lonjakan kalori tanpa rasa kenyang, kandungan natrium yang tinggi Di garam dan micin Ke kol goreng Berpotensi Sebagai mengganggu tekanan darah.
Penyerapan Migas jenuh yang berpadu Didalam asupan natrium berlebih menjadi kombinasi berbahaya Bagi pembuluh darah.
“Itu kan yang tadinya si kol ini sehat, sayuran, Malahan dia tuh sebenernya ada kandungan Sebagai pencegah kankernya, eh ini gara-gara misalnya udah minyaknya Migas jelantah, ditambahin beberapa bumbu sama akhirnya ditambahin garam,” jelasnya.
“Kan natriumnya ikutan tinggi juga. Malah bisa menyebabkan Penyakit hipertensi gitu,” lanjutnya.
Waspadai Bahaya Lemak Trans dan Natrium
Sering kali tidak disadari, kebiasaan mengonsumsi kol bumbu secara terus-menerus dapat menumpuk lemak jenuh dan lemak trans Ke Di tubuh.
Hal ini diperparah Dari penggunaan Migas goreng yang dipanaskan berulang kali.
Mengingat tingginya risiko hipertensi dan obesitas akibat kol goreng berbumbu, dr Yaze mengingatkan, perlunya kecermatan dan mindful Di memilih sajian harian Untuk menjaga Kesejaganan jangka panjang.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Viral Mi Ayam Micin Brutal Ke Mata Ahli Ginjal“
(aur/up)
Dilema Kol Goreng
2 Konten
Kol segar merupakan sayuran yang punya banyak kandungan Gizi bermanfaat. Kalau digoreng, bukan hanya manfaatnya berkurang. Minyaknya juga membawa risiko Bagi Kesejaganan.
Konten Berikutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ancaman Hipertensi Ke Balik Renyah dan Gurihnya Kol Goreng









