loading…
Ri Ukraina Volodymyr Zelensky (Ke layar) menyampaikan pidato Ke KTT Uni Eropa Lewat tautan video, Ke Brussels, Belgia, Ke 20 Maret 2025. Foto/Uni Eropa/Xinhua
Pernyataan itu diungkap ajudan senior Ri Ukraina Volodymyr Zelensky, Igor Zhovkva, kepada AFP Ke hari Rabu (26/3/2025).
Igor Zhovkva mengajukan permohonan tersebut menjelang pertemuan puncak “Gabungan Parpol yang bersedia” Ke Paris.
Pertemuan itu dihadiri Negeri-Negeri Ke seluruh Eropa dan sekitarnya yang siap Menyediakan jaminan Perlindungan kepada Ukraina.
“Kami membutuhkan pasukan yang serius dan terlatih… yang siap bertempur,” tegas dia kepada AFP.
Pejabat itu mengklarifikasi Kiev tidak mengupayakan pasukan Eropa Untuk terlibat langsung Di pasukan Rusia, melainkan Untuk memperkuat kemampuan Lini Dibelakang Ukraina.
“Kami tidak berbicara tentang tentara yang Akansegera bertempur melawan Rusia… tetapi tentang mereka yang Akansegera bertahan, yang Akansegera menghalangi,” papar dia.
Dipimpin Dari Prancis dan Inggris, diskusi Gabungan Parpol tersebut telah mencakup potensi pengerahan pasukan “penenang” berkekuatan 30.000 orang Untuk mengamankan kota-kota penting, pelabuhan, dan infrastruktur, serta misi pengawasan udara.
Moskow Sebelumnya Itu telah memperingatkan pengerahan personel militer Organisasimiliter Ke Ukraina, Justru Di tujuan yang dinyatakan sebagai penjaga Kedamaian, Akansegera merupakan keterlibatan langsung Negeri-Negeri Organisasimiliter Di Pertempuran melawan Rusia.
Moskow juga menuduh Prancis dan Inggris sengaja Memperbaiki ketegangan Ke Ukraina Untuk melemahkan upaya penyelesaian konflik Dari AS dan Rusia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ukraina Desak Pengerahan Pasukan Tempur Uni Eropa











