loading…
Rezim Pemimpin Negara Venezuela Nicolas Maduro sudah tamat Setelahnya sang Pemimpin Negara ditangkap pasukan khusus AS. Perusahaan Washington kini Akansegera mengelola cadangan Energi terbesar Di dunia yang dimiliki Venezuela. Foto/White House/Truth Social @realDonaldTrump
Jauh hari Sebelumnya ditangkap pasukan khusus AS, lebih tepatnya awal Desember 2025, Pemimpin Negara Maduro Menginformasikan bahwa AS ingin menginvasi Venezuela Didalam tujuan Untuk merebut cadangan Energi terbesar Di dunia milik Bangsa soasilis tersebut.
Pada itu, Maduro meminta Dukungan Di Organisasi Bangsa-Bangsa Pengekspor Energi (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyakbumi). “Untuk membantu menghentikan agresi (Amerika Serikat) ini, yang Di dipersiapkan Didalam kekuatan yang Lebihterus besar,” kata Maduro Di surat Untuk organisasi tersebut.
Baca Juga: Ini Respons Dunia usai AS Mengebom Venezuela dan Culik Maduro, Ada Juga Sikap Indonesia
Venezuela merupakan anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyakbumi. Surat Maduro Pada itu dibacakan Wakil Pemimpin Negara Delcy Rodriguez, yang juga merupakan Pembantu Presiden Pembantu Presiden perminyakan Venezuela, Di pertemuan virtual para Pembantu Presiden Pembantu Presiden Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyakbumi.
“Washington Melakukanlangkah-Langkah merebut cadangan Energi Venezuela yang sangat besar, yang terbesar Di dunia, Didalam menggunakan kekuatan militer,” lanjut surat Maduro.
Apa yang disampaikan Maduro itu tidak salah. Pemimpin Negara AS Donald Trump, Di konferensi pers beberapa jam Setelahnya penangkapan Maduro, mengatakan Washington Akansegera menjalankan Bangsa Venezuela, dan Karena Itu, AS sekarang berkuasa atas Bangsa pemilik cadangan Energi terbesar Di dunia tersebut.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Rezim Maduro Di Venezuela Tamat, Jatuh Sudah Energi Terbesar Di Dunia Di Tangan AS











