Seorang warga Palestina duduk Ke terowongan Ke bawah perbatasan Mesir-Gaza Ke Rafah Ke 2012. Foto/REUTERS/Ibrahim Abu Mustafa
Pengakuan itu diungkap media Israel Ke Rabu (19/6/2024). “Hampir tidak ada Tempattinggal tanpa terowongan, yang merupakan tantangan terbesar Untuk tentara,” ungkap Kolonel Yair Zuckerman.
“Terowongan tersebut menghubungkan Tempattinggal-Tempattinggal Ke kota, membentuk satu labirin yang luas,” papar dia.
Dia Menunjukkan tentaranya telah menemukan tujuh belas terowongan Ke Rafah Untuk beberapa hari terakhir saja.
Merujuk Ke insiden pekan lalu Ke mana empat tentara tewas ketika satu bom meledak Ke satu Tempattinggal yang diyakini bebas Untuk bahan peledak, Zuckerman mengatakan, “Tempattinggal-Tempattinggal tersebut dipasangi jebakan Bersama bahan peledak berkabel yang dapat diledakkan Untuk jarak jauh. Ini adalah jenis medan Pertempuran yang berbeda, Ke mana tentara bertempur Ke atas dan Ke bawah tanah.”
“Tanding itu berat dan lambat,” ujar dia.
“Pejuang Hamas telah memasang banyak Perekamgambar Ke Rafah Sebagai mengatur Tanding Untuk atas dan bawah tanah,” papar perwira senior tersebut.
Sambil Itu, Lebihterus banyak warga Palestina yang mengungsi akibat pemboman Israel Untuk Daerah Al-Mawasi Ke kota Rafah Ke Rabu (19/6/2024), Anadolu melaporkan.
Menurut saksi mata, “ratusan” warga Palestina melarikan diri Hingga Deir Al-Balah dan Khan Yunis.
“Tentara Israel mengklasifikasikan Al-Mawasi sebagai zona aman tetapi tadi malam menargetkan Daerah tersebut Bersama peluru dan tembakan,” ungkap Khaled Sheikh Eid (41).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Petinggi Militer Israel Akui Jaringan Terowongan Ke Rafah Tanpa Ujung











