Pertama Kalinya, Staf Yahudi Pemerintah Biden Mundur Lantaran AS Dukung Pertempuran Israel Ke Gaza

Lily Greenberg Call, orang Yahudi yang Dari Sebab Itu staf Departemen Untuk Negeri Pemerintah Ri AS Joe Biden mengundurkan diri. Itu sebagai Ketidak Setujuan Lantaran AS dukung Pertempuran Israel Ke Gaza. Foto/igs.berkeley.edu

WASHINGTON – Sebagai pertama kalinya, orang Yahudi yang menjadi staf Departemen Untuk Negeri Amerika Serikat (AS) pilihan Ri Joe Biden mengundurkan diri Ke hari Rabu. Dia mundur sebagai Ketidak Setujuan atas Pemberian AS Pada Pertempuran Israel Ke Gaza.

Lily Greenberg Call, asisten khusus kepala staf Ke Departemen Untuk Negeri, menuduh Ri Biden menggunakan orang Yahudi Sebagai membenarkan Aturan AS Untuk konflik Ke Gaza, Palestina.

Call pernah bekerja Sebagai Pencalonan Politik kepresidenan Biden dan Kamala Harris, dan sudah lama menjadi aktivis dan advokasi Israel Ke Washington dan tempat lain Sebelumnya bergabung Didalam pemerintah.

Dia setidaknya menjadi staf pemerintahan tingkat menengah atau senior kelima yang Mengintroduksi pengunduran diri mereka sebagai Ketidak Setujuan atas Pemberian militer dan diplomatik pemerintahan Biden Pada Pertempuran Israel melawan Hamas yang sudah berlangsung Pada tujuh bulan.

Dia adalah orang kedua yang ditunjuk secara politik Sebagai melakukan hal tersebut, Setelahnya seorang pejabat Departemen Belajar keturunan Palestina mengundurkan diri Ke bulan Januari.

Surat pengunduran dirinya menggambarkan kegembiraannya bergabung Didalam pemerintahan yang dia yakini Memperoleh visi yang sama Didalam negaranya. “Tetapi, Didalam hati nurani saya tidak dapat lagi mewakili pemerintahan ini,” tulisnya, seperti dikutip The Guardian, Kamis (16/5/2024).

Untuk sebuah wawancara Didalam Associated Press, Call menunjuk Ke komentar Biden, termasuk Ke Kegiatan Hanukkah Gedung Putih Ke mana dia mengatakan: “Jika tidak ada Israel, tidak Berencana ada seorang Yahudi Ke dunia yang aman” dan Ke sebuah Kegiatan Ke Peringatan Holocaust Ke Washington minggu lalu Ke mana dia mengatakan serangan yang dipimpin Hamas Ke 7 Oktober yang memicu Pertempuran didorong Dari “keinginan kuno Sebagai memusnahkan orang-orang Yahudi”.

“Dia menjadikan orang-orang Yahudi sebagai wajah mesin Pertempuran Amerika. Dan itu sangat salah,” katanya, seraya menyebutkan bahwa nenek moyangnya dibunuh Dari “Kekejaman yang disponsori Bangsa”.

Serangan yang dipimpin Hamas Ke 7 Oktober menewaskan Di 1.200 orang Ke Israel, menurut klaim Zionis. Sedangkan invasi brutal militer Israel Ke Gaza telah menewaskan lebih Untuk 35.000 warga Palestina.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pertama Kalinya, Staf Yahudi Pemerintah Biden Mundur Lantaran AS Dukung Pertempuran Israel Ke Gaza