loading…
Peneliti Indonesia mengungkapkan strategi mengatasi masalah rokok. FOTO/dok.SINDOnews
Di kesempatan tersebut, kedua peneliti memaparkan hasil kajian mereka mengenai strategi komunikasi Untuk membangun kesadaran tentang masalah merokok Di Indonesia Didalam pendekatan pengurangan risiko. Peristiwa konferensi dimulai Didalam presentasi panel Dari Donald E. Hall yang menyampaikan pemaparan berjudul The Work of the University in Perilous Times Merundingkan bagaimana peran universitas Mendorong komitmen bersama Untuk pemahaman interdisipliner, kesadaran diri dan empati Di Berjuang Didalam tantangan Internasional yang Lebihterus tidak menentu. Berdasarkan analisis deskriptif, aspek Kesejajaran, Keputusan pemerintah, dan ekonomi merupakan kontributor terbesar Di strategi komunikasi Didalam model pengurangan risiko ini.
Maka Itu, narasi pengurangan risiko yang efektif Untuk masalah merokok harus didasarkan Di aspek-aspek tersebut. Strategi komunikasi ini juga menggunakan model kolaborasi HexaHelix yang melibatkan akademisi, Kelompok umum, pemerintah, pelaku usaha, media dan organisasi Kelompok Untuk bersama mengatasi masalah tersebut.
“Komitmen dan Keputusan yang tepat sasaran Di pemerintah diperlukan Untuk mengatasi masalah merokok secara tersegmentasi, yakni membedakan strategi Untuk non-perokok agar tidak mulai merokok, perokok aktif yang ingin berhenti merokok dan perokok aktif yang sulit berhenti merokok,” lanjut Kholil.
Faktor Kunci Prestasi Untuk mengatasi masalah merokok secara tersegmentasi tersebut ialah membangun strategi komunikasi yang efektif, baik langsung maupun tidak langsung, Didalam menggunakan peran media sosial, Ilmu Pengetahuan digital, dan kolaborasi Didalam figur publik agar pesan yang disampaikan dapat tepat sasaran Di tiga target, yaitu non-perokok, perokok berhenti (quitter) dan perokok beralih (switcher).
Untuk membangun strategi komunikasi tersebut, narasi harus memuat faktor Kesejajaran, sosial Kebiasaan Global dan ekonomi. Kesejajaran adalah prioritas utama Lantaran semua perokok sadar bahwa merokok dapat berdampak buruk Untuk Kesejajaran mereka, dan Terapi Gangguan akibat merokok memerlukan biaya yang mahal.
Pendekatan pengurangan risiko menjadi salah satu narasi yang diperlukan Untuk membantu perokok yang sulit berhenti merokok agar beralih Ke produk alternatif.
Hifni, salah satu peneliti, mengatakan pemaparan hasil studi Di Peristiwa ini menjadi kesempatan Untuk bertukar ilmu dan Penghayatan Di mengkaji strategi komunikasi yang tepat Untuk mengatasi masalah merokok.
“Segmentasi Di strategi komunikasi berperan penting Untuk menentukan narasi yang tepat agar pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima Didalam baik Dari audiens yang dituju. Usia, latar Dibelakang Belajar, Kebiasaan Global, dan Situasi ekonomi Di audiens juga berpengaruh,” ujar Hifni.
Kajian strategi komunikasi Untuk mengatasi masalah merokok ini harapannya dapat membantu pemerintah Di merumuskan Keputusan yang tepat sasaran dan solutif. “Kami siap berkolaborasi Didalam pemerintah Untuk Membuat strategi komunikasi persuasif-tersegmentasi dan melakukan kajian Didalam Detail,” jelas Hifni.
(nng)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Peneliti Indonesia Ungkap Strategi Atasi Masalah Rokok Di Tokyo











