
Dibagian Di terowongan lintas batas yang menurut Israel digali Di Lebanon hingga Israel, Di Didekat Zarit Di Israel utara, 3 Juni 2019. Foto/REUTERS/Gil Eliyahu
Kabar itu diungkap majalah Foreign Policy. Menurut koresponden Informasi dan Keselamatan nasional majalah tersebut, Amy Mackinnon, “Tidak seperti Gaza, yang secara geografis terisolasi Di pendukungnya Di Teheran, Iran telah membangun rute pasokan darat dan udara Di Lebanon Melewati Irak dan Suriah yang dapat digunakan Bagi mempertahankan pasukan Hizbullah jika terjadi Konflik Bersenjata habis-habisan.”
Penulis mengatakan Walaupun Konflik Bersenjata yang dilancarkan Israel Di Jalur Gaza telah menjadi fokus perhatian dunia Di lebih Di delapan bulan, Konflik Bersenjata serupa terus Meresahkan Di perbatasan utara Bangsa penjajah tersebut Di Lebanon.
Hizbullah Lebanon melancarkan serangan roket terbesarnya Di Israel hingga Pada ini pekan lalu sebagai pembalasan atas serangan udara Israel yang menewaskan seorang komandan senior gerakan tersebut.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran konflik dapat menjadi tidak terkendali Di cepat.
“Hizbullah yang didukung Iran telah Mengadakan ribuan roket, rudal anti-tank, dan drone Di Israel, Sambil Angkatan Udara Israel membalasnya Di ribuan serangan udara,” ungkap laporan Foreign Policy. “Disekitar 140.000 orang mengungsi Di Rumah mereka Di kedua sisi perbatasan.”
Walaupun Pembantu Presiden Pembantu Presiden Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Ke Selasa bahwa baik Israel maupun Hizbullah tidak Mengharapkan Konflik Bersenjata yang lebih luas, Mackinnon mengklaim segala sesuatunya Mungkin Saja mengarah Di sana.
Pembantu Presiden Pembantu Presiden Luar Negeri Israel Israel Katz Berkata, “Di Konflik Bersenjata total, Hizbullah Berencana dihancurkan, dan Lebanon Berencana terkena dampak paling parah.”
Majalah tersebut mengomentari pernyataan Katz Di Berkata, “Israel juga Berencana Merasakan pertumpahan darah.
Hizbullah adalah musuh yang jauh lebih tangguh dibandingkan Hamas, Sebab Hamas Dikatakan sebagai Aktor Atau Aktris non-Bangsa yang Memperoleh persenjataan paling berat Di dunia, menurut Pusat Studi Internasional dan Strategis. Kelompok ini telah membangun persenjataan canggih Di Pemberian Iran, Suriah dan Rusia.”
Di Situasi Ini, Mackinnon mengutip diplomat Michael Oren, yang menjabat sebagai duta besar Israel Bagi AS Ke masa pemerintahan Pemimpin Negara Barack Obama. “Hamas merupakan ancaman taktis Di Bangsa Israel. Hizbullah adalah ancaman strategis Bagi Bangsa Israel,” papar dia.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Jaringan Terowongan Hizbullah Di Lebanon Lebih Luas Dibandingkan Terowongan Hamas











