Mantan Perdana Pembantu Ri Israel Ehud Barak menggambarkan Kemenangannya mutlak negaranya Di Pertempuran melawan Hamas Di Jalur Gaza sebagai slogan kosong. Foto/REUTERS
Dia kembali mengecam PM Benjamin Netanyahu sebagai pemimpin gagal yang membawa Negeri Yahudi itu Hingga Di jurang kehancuran.
“Israel berada Di puncak krisis yang berkembang dan masih jauh Di selesai. Ini adalah krisis paling serius dan berbahaya Di sejarah Negeri ini. Ini dimulai Di tanggal 7 Oktober Bersama kegagalan terburuk Di sejarah Israel,” tulis Barak Di sebuah artikel yang diterbitkan Dari surat kabar Haaretz, Sabtu (15/6/2024).
“Krisis Pada ini dilanjutkan Bersama Pertempuran yang, Walaupun terdapat keberanian dan pengorbanan para prajurit dan perwira, tampaknya merupakan Pertempuran yang paling tidak berhasil Di sejarahnya, Lantaran kelumpuhan kepemimpinan strategis Di Negeri ini,” ujarnya.
“Kita sekarang Berusaha Mengatasi keputusan-keputusan sulit Antara alternatif-alternatif buruk Di melanjutkan Arena Di Jalur Gaza, memperluas operasi melawan Hizbullah Di utara dan mempertaruhkan Pertempuran multifront yang Berencana melibatkan Iran dan proksinya. Dan semua ini terjadi Sambil Itu kudeta yudisial terus berlanjut, Bersama tujuan membangun kediktatoran agama yang rasis, ultranasionalis, mesianis, dan keji,” paparnya.
Barak melanjutkan, “Krisis ini mengharuskan kita Sebagai memobilisasi segala sesuatu yang kuat, baik dan efektif Di diri kita Sebagai kembali Hingga jalur Perkembangan, pemberdayaan, pencerahan dan harapan yang telah dijalani Israel sepanjang sejarahnya. Itu Berencana menjadi Kemenangannya nyata.”
“Di Pada ini, kami tidak boleh melakukan Kegagalan lagi. Kita perlu melihat secara langsung dan berani apa yang terjadi Di kita dan alasannya, dan Lalu kita perlu tekad Sebagai memperbaikinya Bersama cepat, Walaupun Berencana ada pertentangan yang Berencana timbul jika tindakan tersebut dilakukan. Hal ini membutuhkan ketegasan, keberanian dan tindakan—Di anggota oposisi, Di anggota Kerja Sama Politik pemerintahan yang Memperoleh kekuatan, dan juga Di kami, seluruh warga Negeri,” imbuh Barak.
“Ini benar-benar darurat! Inti Di bencana yang kita alami adalah bahwa Di Di bencana ini, Israel dipimpin Dari sebuah pemerintahan dan seorang perdana Pembantu Ri yang jelas-jelas tidak layak Sebagai menjabat,” sambung dia.
“Orang-orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi Di tanggal 7 Oktober dan bertanggung jawab atas kegagalan Pertempuran Di Gaza tidak cocok Sebagai memimpin Israel memasuki era Terbaru yang risikonya Berencana jauh lebih besar.”
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ini Pertempuran Paling Gagal Di Sejarah!











