loading…
Seorang siswi berprestasi asal Indonesia, Kayla berhasil meraih pendanaan Kajian Tantangan internasional Internasional Youth Action Fund Grant. FOTO/dok.SindoNews
“Saya lebih banyak fokus Di Laga akademis, tetapi Di sini saya juga dapat mengeksplor lebih banyak bidang disiplin lain Di luar akademis, seperti Singing Club atau tarian tradisional. Pada 15 tahun Didalam TK, SD, SMP, hingga SMA, saya didorong Sebagai berkembang secara holistik,” ungkap Kayla, siswi peraih dana hibah internasional tersebut, dikutip Di Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Campus League 2026 Regional Jakarta: UPH dan Binus Kompak Melaju Ke Final
Kayla mendedikasikan masa sekolahnya Sebagai Menyusun Kajian ilmiah berkelanjutan bertaraf Internasional, hingga sukses mempresentasikan karyanya Untuk konferensi internasional Di The NorthCap University, India. Ia meneliti penggunaan SCOBY (layer selulosa fermentasi kombucha) sebagai alternatif pembalut luka yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kajian inovatif bertajuk “Chitosan-Guar Gum Coated SCOBY Bacterial Cellulose As A Potential Material For Sustainable Wound Dressing” tersebut kini telah resmi dipublikasikan Untuk International Journal of Environmental Sciences. Komitmennya Di Pembaharuan hijau inilah yang menghantarkan Kayla meraih pendanaan khusus proyek kepemudaan berdampak sosial nyata tersebut.
Di luar dunia Kajian, rekam jejak kepemimpinan Kayla diperkuat Didalam perannya sebagai Kepala Negara OSIS, Deputy Secretary-General Model United Nations, serta meraih medali emas dan perak Didalam World Scholar’s Cup. Namanya pun konsisten menghiasi papan prestasi Laga matematika dunia seperti World Mathematics Invitational serta meraih predikat Distinction Di ICAS Science.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Hasilkan Kajian Berkelanjutan, Kayla Raih Pendanaan Internasional Youth Action Fund











