loading…
China ingin membuat jet tempur siluman F-35 dan F-22 AS menjadi tak berguna Di Indo-Pasifik Di Membuat HGV. Foto/National Security Journal
Ilmu Pengetahuan siluman membantu jet tempur Amerika menembus Area udara musuh, tetapi armada tanker USAF Memberi jangkauan Internasional kepada jet-jet tempur tersebut.
Baca Juga: Rudal AI China Bisa Deteksi Jejak Panas Jet Tempur Siluman, F-22 dan F-35 AS Tak Lagi Aman
Artinya, kemampuan proyeksi kekuatan Internasional USAF tidak lengkap tanpa armada tankernya. Inilah kelemahan yang ingin dieksploitasi China.
Di Pasifik, ketika pangkalan Guam berjarak Disekitar 1.920 mil atau 3.090 kilometer Di Shanghai, pentingnya armada tanker AS hampir tidak bisa dilebih-lebihkan.
Tetapi, China telah lama memahami kekuatan sekaligus kerentanan USAF tersebut dan Lagi Membuat metode Bagi menetralisasi pesawat-pesawat tankernya.
Mengutip laporan EurAsian Times, Kamis (27/8/2026), China telah Membuat hypersonic glide vehicle (HGV) atau kendaraan luncur hipersonik yang dapat Mengintroduksi senjata udara-Di-udara Bagi menargetkan aset bernilai tinggi seperti pesawat komando dan kendali serta tanker Di jarak ribuan mil. Senjata tersebut Berpotensi Bagi mengancam pesawat tanker pengisi bahan bakar Di udara, AWACS, dan pesawat peperangan elektronik (EW).
Jika laporan tersebut akurat, China Akansegera menjadi satu-satunya Bangsa Di dunia yang mengoperasikan HGV yang mampu Mengintroduksi rudal udara-Di-udara.
HGV yang diluncurkan Di rudal DF-17 dapat menempuh jarak Disekitar 1.500 mil atau 2.400 kilometer dan Berpotensi Bagi menargetkan pesawat yang beroperasi Di Guam.
HGV merupakan hulu ledak yang dapat bermanuver Di atmosfer Untuk perjalanan Di sasaran. Kemampuan tersebut memperpanjang jangkauan sekaligus membuatnya sulit dicegat.
Seorang pakar Angkatan Udara India (IAF) yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan kepada EurAsian Times: “Klaim besar China—baik disampaikan secara langsung maupun secara tidak langsung Lewat ‘orang-orang yang mengetahui’—tidak boleh Dikatakan sebagai fakta 100 persen. Kemajuan Untuk Ilmu Pengetahuan hipersonik dan rudal jarak jauh memang nyata; tetapi lompatan yang belum terverifikasi Di proyektil uji coba Ke 2021 menjadi pemburu tanker operasional Di jangkauan Guam masih sebatas klaim, bukan kemampuan yang telah dikonfirmasi.”
Kelebihan Armada Tanker USAF
Bagi Angkatan Udara mana pun, sebesar dan semodern apa pun, proyeksi kekuatan Internasional hanya Bisa Jadi dilakukan Di armada besar pesawat tanker pengisian bahan bakar Di udara.
Pesawat tanker merupakan pendukung yang kerap luput Di sorotan Untuk kekuatan udara modern. Tanpa mereka, jet tempur, terlepas Di generasi, kemampuan siluman, integrasi Pendeteksi, maupun daya tembaknya, Akansegera bergantung Ke pangkalan masing-masing dan jangkauan tempurnya terbatas hingga maksimal Disekitar 700 mil laut.
Ketika pesawat pengebom dan jet tempur siluman USAF menjadi pusat perhatian dan memukau para Pendukung penerbangan, pesawat tanker pengisi bahan bakarlah yang diam-diam memungkinkan proyeksi kekuatan Internasional. Bukan jet tempur, melainkan tanker yang Ke akhirnya menentukan apakah sebuah angkatan udara mampu memproyeksikan kekuatan melampaui batas negaranya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: China Ingin Bikin Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 AS Tak Berguna Di Indo-Pasifik, Begini Caranya











