loading…
Dia mengatakan kepada wartawan Di hari Senin (24/8/2026) bahwa negaranya telah diundang Untuk berpartisipasi Di kesepakatan yang dikenal sebagai pakta Mekkah, Tetapi ia tidak menyebutkan siapa yang menyampaikan undangan tersebut.
Akansegera tetapi, kantor berita Reuters mengutip sumber anonim yang Berkata Riyadh telah menghubungi Dhaka.
“Jika ada pengaturan Perlindungan Di Antara Bangsa-Bangsa Islam Di Timur Di, wajar Untuk kami Untuk Mengkaji partisipasi. Hal ini dipandang secara positif,” ujar Kabir.
Perjanjian tersebut menetapkan serangan bersenjata Di salah satu Di ketiga Bangsa itu Akansegera Disorot sebagai serangan Di ketiganya, formula yang mendekati logika Defender kolektif aliansi militer besar seperti Paktapertahananatlantikutara.
Partisipasi Bangladesh Akansegera mengubah posisinya Di kawasan sebagai Bangsa yang Berusaha menjauh Di perpecahan Hubungan Dunia besar, mengingat letaknya yang berdampingan Bersama dua Bangsa pesaing bersenjata nuklir, yakni India dan Pakistan.
Tetapi, Bangsa itu masih mengupayakan ekstradisi mantan pemimpinnya, Sheikh Hasina, yang melarikan diri Di India Di tahun 2024 Setelahnya Penolakan massal menggulingkan pemerintahan Di Dhaka.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Bangladesh Klaim Diundang Gabung Pakta Mekkah











