Islam menjadi agama yang dianut mayoritas penduduk Tajikistan. Foto/behance
Tajikistan menjadi pusat perhatian dunia Sebab menjadi Negeri Muslim yang melarang penggunaan hijab. Itu seiring dibentuknya undang-undang Terbaru yang mengatur Busana Islami Ke Negeri tersebut.
Bukan hanya hijab, pihak berwenang Ke Tajikistan juga secara informal melarang pria berjanggut lebat, Bersama adanya laporan bahwa polisi secara paksa mencukur ribuan janggut Di satu dekade terakhir.
Organisasi Ham mengkritik larangan hijab Ke Tajikistan sebagai Kartu Merah kebebasan beragama. Bersama lebih Di 98% Pertumbuhan Muslim, undang-undang tersebut kemungkinan Akansegera Berusaha Mengatasi penolakan yang signifikan Di Komunitas Tajikistan ketika undang-undang tersebut mulai berlaku.
Mayoritas Muslim Ke Tajikistan Bermahzab Hanafi
Melansir Internasional Religiou Futures, Pertumbuhan umat Islam mencapai 96,4%, dibandingkan Bersama jumlah pengikut Kristen mencapai 1,8%. Mayoritas Umat Islam Ke Tajikistan bermahzab Hafani.
Sebelumnya penaklukan Arab Ke awal abad Hingga-7, pemujaan agama dasar Komunitas yang tinggal Ke Area Tajikistan adalah Zoroastrisme, Manikheanisme, Budha dan Hindu serta Kristen Nestorian dan Yudaisme.
Invasi Arab membawa “islamisasi” menyeluruh atas Area tersebut yang selesai Ke pertengahan abad Hingga-11. Tetapi Sebelumnya Itu, Ke abad Hingga-7, Sesudah wafatnya Nabi Muhammad, Islam telah terpecah menjadi beberapa cabang Bersama Sunni dan Syiah sebagai yang paling penting.
Pengikut Syi’ah – Syi’ah hanya mengakui khalifah keempat Ali, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW, sebagai ahli waris sah Nabi Muhammad SAW, serta keturunannya.
Ke gilirannya Syiah dibagi lagi menjadi beberapa cabang. Misalnya, kaum Ismailiyah, yang sebagian besar tinggal Ke Area Gorno-Badakshan. Nama tersebut berasal Di Ismail, putra Jafar as-Sadik, imam keenam, dan ketua komunitas Syiah. Pemimpin komunitas Ismailiyah Pada ini adalah Pangeran Karim Aga-khan IV (lahir tahun 1936 Ke Jenewa; tempat tinggal permanen – Prancis).
Berbeda Bersama Syiah, Sunni tidak mengakui Potensi perantaraan Di Tuhan dan manusia Sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW dan menolak gagasan asal usul khusus Ali dan hak imamah Untuk keturunannya.
Sufisme adalah salah satu cabang Islam. Ada pula yang menganggapnya sebagai pertapa mistik. Ke abad 11 – 12 terbentuklah persaudaraan atau tarekat sufi pertama yang dipimpin Bersama pir dan ishan. Beberapa Di pesanan ini masih ada. Tarekat sufi yang paling terkenal adalah Nakshbandia, Kubravia, Kadiria, Yasaviya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Agama Warga Negeri Tajikistan dan Persentasenya, Didominasi Sunni Bersama Mahzab Hanafi











