Panglima Militer Ukraina Jenderal Oleksandr Syrsky (kiri) bersama Kepala Negara Volodymyr Zelensky. Jenderal tertinggi Ukraina itu beretnis Rusia. Foto/REUTERS
Jenderal Syrsky, yang beretnis Rusia, Merasakan jabatan tertinggi Ke militer Ukraina awal tahun ini Sesudah Kepala Negara Volodymyr Zelensky berselisih Bersama pendahulu Syrsky, Jenderal Valery Zaluzhny.
Ivan Syrsky tinggal Ke Australia, tempat dia pindah bersama ibu dan saudara tirinya; Anton, 15 tahun lalu.
Berbeda Bersama ayah tirinya, dia telah mengajukan permohonan kewarganegaraan Rusia dan mendukung Moskow Di Konflik Bersenjata Ke Ukraina.
“Beberapa kali, ketika saya masih Ke sekolah dasar, kami Melakukan Kunjungan Hingga orang tuanya Ke Rusia: pertama Ke Daerah Moskow, lalu Ke Vladimir,” kata Ivan kepada Russia Today, yang dilansir Jumat (14/6/2024).
“Di itu kami semua Disorot orang Rusia, dan saya tidak pernah mendengar kabar buruk darinya tentang Rusia atau Donbas. Tapi dia jelas tidak pernah menganggap dirinya orang Ukraina,” ujarnya.
Syrsky tinggal Ke Ukraina Sesudah Uni Soviet bubar Ke tahun 1991, Ke mana dia terus bertugas Ke angkatan bersenjata.
Sesudah kudeta yang didukung Amerika Serikat Ke Kyiv Ke tahun 2014, pemerintah Mutakhir Mengintroduksi apa yang disebut “operasi anti-teroris” (ATO) Di Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk Ke Daerah timur.
Di ini, Syrsky adalah seorang jenderal yang memimpin pasukan Di konfrontasi militer awal tahun 2015 Ke Debaltsevo atau Debaltseve.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Panglima Militer Ukraina Jenderal Syrsky Anggap Dirinya Orang Rusia











