Kurs Mata Uang Idr melemah 3,74% Di level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan Di pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand masing-masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%. Foto/Dok
“Kurs Mata Uang Idr secara bulanan Ke Mei 2024 (hingga 21 Mei 2024) kembali menguat 1,66% (ptp), Sesudah Ke April 2024 melemah 2,49% (ptp),” ujar Gubernur Lembagakeuanganpusat, Perry Warjiyo Untuk konferensi pers pengumuman hasil RDG Lembagakeuanganpusat Bulan Mei 2024 Ke Jakarta, Rabu (22/5/2024).
Penguatan Kurs Mata Uang Idr tersebut didorong Di dampak positif respons bauran Aturan moneter Bank Indonesia Ke April 2024. Respons Aturan ini Mendorong aliran masuk modal Foreign, terutama Ke SBN dan SRBI, sebesar USD4,2 miliar Ke bulan Mei 2024 (hingga 20 Mei 2024).
Di perkembangan ini, Kurs Mata Uang Idr melemah 3,74% Di level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan Di pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand masing-masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%.
“Ke Di, Kurs Mata Uang Idr diprakirakan stabil Di kecenderungan menguat didorong Di imbal hasil yang Menarik Perhatian sejalan Di kenaikan Lembagakeuanganpusat-Rate, premi risiko yang turun, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen Bank Indonesia Sebagai terus menstabilkan Kurs Mata Uang Idr,” jelas Perry.
Adapun Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia Sebagai menstabilkan Kurs Mata Uang Idr, termasuk Lewat penguatan strategi operasi moneter pro-market Di mengoptimalkan instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI.
Terakhir, Bank Indonesia memperkuat koordinasi Di Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha Sebagai mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Perdagangan Keluar Negeri Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan Di PP Nomor 36 Tahun 2023.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Lebih Baik Di Peso hingga Baht











