Ashley St Clair resmi mengajukan gugatan paternitas Pada Elon Musk. Gugatan ini tidak hanya menuntut pengakuan keayahannya, tetapi permohonan hak asuh. Foto/People
Di berkas gugatan, Ashley St Clair mengungkapkan bahwa hubungan asmara Di dirinya dan Elon Musk bermula Dari Mei 2023. Ia Berkata bahwa pertemuan intim terjadi Disekitar 2 hingga 3 Januari 2024, yang menurutnya merupakan Pada ketika putranya dikandung.
Dilansir Di Page Six, Minggu (23/2/2025), Kendati tanggal lahir resmi dan nama lengkap anak Hingga-13 Musk itu tidak diketahui, Tetapi dilaporkan inisial nama depannya adalah R.
Influencer sekaligus penulis itu menegaskan bahwa Di masa tersebut, ia tidak melakukan hubungan intim Bersama pria lain, Supaya ia yakin CEO Kendaraan Listrik Tesla itu adalah ayah kandung sang bayi. Sebagai memperjelas hal ini, ia memohon kepada Lembaga Proses Hukum agar Musk diwajibkan menjalani tes DNA guna memastikan kebenaran klaim tersebut.
Foto/Page Six
Foto/Page Six
Sebagai Pada Di bukti, St Clair melampirkan rangkaian pesan teks yang Menunjukkan adanya kedekatan Di dirinya dan pria 53 tahun itu. Ke antaranya, terdapat pesan Ke mana Musk menulis, “Saya tak sabar bertemu Anda dan dia akhir pekan ini,” sebagai respons atas foto dirinya yang Ditengah menggendong bayi Ke Fasilitas Medis.
Tak hanya itu, pesan lain yang dikirim Ke 24 November 2024 memuat pernyataan sang miliarder yang mengungkapkan keinginannya agar St Clair kembali hamil, Bersama pesan lanjutan Ke 2 Februari yang berbunyi, “Yah, kita memang harus punya banyak anak.”
Di gugatan tersebut, St Clair juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai keterlibatan Musk Di kehidupan anaknya. Ia mengklaim bahwa CEO SpaceX itu tidak pernah hadir Pada kelahiran sang anak dan hanya bertemu Bersama bayi tersebut Ke tiga kesempatan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ashley St Clair Gugat Elon Musk, Tuntut Pengakuan Ayah dan Hak Asuh Anak











