loading…
Anak-anak bermain Di lokasi pengungsian Di Jalur Gaza. Foto/anadolu
Menurut laporan tersebut, Wacana tersebut menyerukan pembentukan pasukan yang Akansegera beroperasi Di Gaza setidaknya Di dua tahun, Berpotensi Untuk hingga akhir tahun 2027, yang Memberi Washington dan Bangsa-Bangsa peserta wewenang yang luas Untuk mengawasi Perlindungan dan pemerintahan, Bersama kemungkinan perpanjangan mandat.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Axios bahwa proposal tersebut, yang dipimpin Komando Pusat AS, merupakan Dibagian Bersama inisiatif pascaperang pemerintahan Trump yang lebih luas.
Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang direncanakan Akansegera mencakup kontingen polisi Palestina yang Terbaru dilatih dan kontribusi militer Bersama beberapa Bangsa Arab dan mayoritas Muslim.
Bangsa-Bangsa seperti Indonesia, Azerbaijan, Mesir, dan Turki dilaporkan telah Mengungkapkan keterbukaan Untuk bergabung, Kendati masih terdapat kekhawatiran mengenai Perlindungan dan sensitivitas politik.
Fokus misi tersebut adalah Meninjau perbatasan Gaza Bersama Mesir dan Israel serta mencegah penyelundupan senjata.
Para pejabat menganggap partisipasi Turki, Mesir, dan Qatar penting, mengingat hubungan mereka Bersama Hamas.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: AS Edarkan Draf Resolusi Di Organisasi Internasional Untuk Pembentukan Pasukan Perlindungan Internasional Gaza











