Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ungkap Ada Oknum Pegawai Kominfo Lindungi Situs Judi Online

Ilustrasi judi online. Foto/Dok SINDOnews/Aldhi Chandra

JAKARTA – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Santoso menyebut ada oknum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang melindungi situs-situs judi online (judol). Politikus Partai Demokrat ini menuturkan bahwa hal tersebut sudah bukan rahasia umum.

“Sebagai judol Pada itu sudah bukan rahasia umum lagi bahwa ada rumor jika ada oknum pegawai Kominfo yang turut bermain melindungi situs-situs judol itu,” kata Santoso Pada dihubungi, Senin (17/6/2024).

Dia juga menilai pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online terlambat. “Memang terlambat. Akan Tetapi saya mengapresiasi pembentukan satgas tersebut Lantaran Bersama dibentuknya satgas itu menandakan bahwa judol memang musuh rakyat,” katanya.

Santoso menuturkan, dampak kerusakan judol itu dapat melebihi bahaya penyalahgunaan Penyalahgunaan Narkotika yang sampai Pada ini belum bisa diberantas Bersama aparat penegak hukum.

Merujuk temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Santoso mengatakan bahwa uang yang beredar Dari 2017 sampai Bersama kwartal I tahun 2024 ini Disekitar Rp500 triliun. Sedangkan Sebagai kwartal I tahun 2024 saja sebesar Rp167,68 miliar Bersama 3.935 rekening yang telah diblokir.

“Itu uang yang sangat besar yang berasal Untuk rakyat yang berjudi Lewat judol. Negeri harus melindungi rakyatnya Bersama menghentikannya operasi judol ini bagaimanapun caranya,” kata Santoso.

Santoso menambahkan, maraknya tindakan yang melanggar aturan Bersama Kelompok Di suatu Negeri memang tidak dapat berdiri sendiri. Ia menilai, oknum Untuk aparat penegak hukumnya turut bermain melindungi pelaku kejahatan turut menyuburkan kejahatan konvensional.

“Mulai Untuk menjadi beking, proses penyidikan jika pelaku tertangkap, penuntutan Bersama jaksa sampai Putusan yang dijatuhkan Di Proses Hukum. Samping Itu juga adanya perlindungan Untuk oknum Di instansi tertentu yang menunjang Untuk kegiatan kejahatan itu,” kata Santoso.

Salah satu contohnya, kata Santoso, ketika bandar Penyalahgunaan Narkotika yang telah divonis penjara malah Merasakan fasilitas mewah yang diberikan Bersama oknum sipir penjara. Hal itu disebabkan lantaran napi bandar Penyalahgunaan Narkotika itu diduga menyuap mahal agar dapat fasilitas mewah Di Untuk penjara.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ungkap Ada Oknum Pegawai Kominfo Lindungi Situs Judi Online