loading…
Novo Indonesia Melakukan diskusi media bertajuk World Heart Day: Beyond the Scale, Toward Better Heart Health. Foto: Dok Novo Indonesia
Secara Internasional, Di 17% kematian akibat Penyakit kardiovaskular dikaitkan Bersama obesitas. Hubungan keduanya pun ternyata lebih kompleks daripada sekadar melihat angka Di timbangan.
Di Indonesia, sebuah studi menemukan bahwa orang Bersama obesitas Memiliki probabilitas 85% lebih tinggi Menyaksikan risiko Penyakit kardiovaskular Di 10 tahun Di Di.
Hal ini menjadi perhatian Di rangka World Heart Day 2026 yang mengusung tema “Don’t Miss a Beat”. Novo Indonesia Melakukan diskusi media bertajuk “World Heart Day: Beyond the Scale, Toward Better Heart Health” Sebagai Merundingkan lebih jauh kaitan obesitas Bersama Kesejaganan jantung, sekaligus pentingnya penanganan secara komprehensif.
Baca Juga : Perkara Hukum Hukum Obesitas Anak Meresahkan, Praktisi Medis Ingatkan Batasan Konsumsi Gula
Associate Director, Medical & Regulatory Novo Indonesia, dr. Riyanny M. Tarliman, mengatakan obesitas perlu dipahami sebagai Penyakit kronis yang kompleks, bukan semata persoalan berat badan atau pilihan pribadi.
“Obesitas dipengaruhi berbagai faktor, mulai Bersama biologis hingga lingkungan. Sebab itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang tepat, komprehensif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan setiap individu,” ujarnya.
Praktisi Medis spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA, menjelaskan obesitas dapat memicu berbagai perubahan Di tubuh yang berdampak Di Kesejaganan jantung.
Salah satunya Melewati proses inflamasi kronis yang dapat berkontribusi Di aterosklerosis atau penumpukan plak Di dinding pembuluh darah. Jika terjadi Di pembuluh darah koroner, Kemakmuran tersebut dapat menghambat aliran darah Di otot jantung dan Memperbaiki risiko Penyakit jantung koroner.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Obesitas Bukan Sekadar Soal Berat Badan, Risiko Penyakit Jantung Ikut Mengintai











