loading…
Ri AS Donald Trump dan Ri China Xi Jinping berencana bertemu Di September mendatang. FOTO/AP
Gedung Putih mengatakan setiap pengumuman mengenai tarif Berencana disampaikan langsung Dari pemerintah AS dan laporan mengenai Wacana tersebut masih berupa spekulasi yang tidak berdasar. Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) dan Kementerian Perdagangan China juga belum Menyediakan tanggapan atas permintaan komentar Yang Berhubungan Bersama Wacana tersebut.
Baca Juga: Konflik Bersenjata Dagang Memanas, Kanada Balas Tarif Perdagangan Masuk Negeri AS Senilai Rp353 Triliun
Jika diterapkan, tarif tambahan itu Berencana menjadi langkah terbaru pemerintahan Trump Sebagai kembali memperkuat agenda proteksionisme perdagangan Sesudah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif Perdagangan Masuk Negeri Sebelumnya yang dikenakan Pada produk China dan sejumlah Bangsa lainnya. Tetapi, Washington disebut tetap Berusaha agar Keputusan tersebut tidak Memperbaiki eskalasi konflik dagang Bersama Beijing melampaui ambang batas yang telah disepakati.
Besaran tarif tersebut belum final dan masih dapat berubah. Salah satu opsi yang Di dipertimbangkan adalah menetapkan tarif Di tingkat lebih tinggi, tetapi menangguhkan sebagian tarif Supaya tingkat efektif yang dibayarkan menjadi 7,5%, Bersama durasi penangguhan yang masih Untuk pembahasan.
AS dan China juga disebut Di Menyoroti perpanjangan pakta perdagangan yang menetapkan gencatan dagang Di satu tahun dan dijadwalkan berakhir Di 10 November. Kesepakatan tersebut Sebelumnya menjadi salah satu instrumen Sebagai meredakan ketegangan perdagangan Di Washington dan Beijing.
Di Maret, pemerintahan Trump memulai penyelidikan Pada lebih Untuk selusin mitra dagang utama berdasarkan Section 301 Trade Act 1974 Yang Berhubungan Bersama persoalan kelebihan kapasitas produksi. Pemerintah AS berharap hasil penyelidikan tersebut dapat diterbitkan Sebelumnya Trump dan Xi dijadwalkan bertemu Di Washington Di 24 September.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer Di Juli mengatakan penyelidikan mengenai kelebihan kapasitas membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan penyelidikan Yang Berhubungan Bersama kerja paksa Sebab persoalannya lebih kompleks. Menurut dia, keterlambatan tersebut tidak berkaitan Bersama upaya mempertahankan gencatan perdagangan Bersama Beijing.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, AS Bidik Tarif 7,5% atas Produk China











