3 Negeri Asia Tenggara yang Ingin Bergabung Bersama BRICS, Salah Satunya Tetangga Indonesia

Malaysia menjadi salah satu Negeri Di Asia Tenggara yang ingin bergabung Bersama BRICS. Foto/AP

JAKARTA – BRICS Memikat perhatian Negeri-Negeri Asia Tenggara menjadi Negeri terbaru yang Berkata minat mereka Sebagai bergabung Bersama blok tersebut.

Tahun lalu, BRICS – akronim yang awalnya digunakan Sebagai merujuk Ke Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan – memutuskan Sebagai memperluas keanggotaannya, mengundang Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab Sebagai bergabung Bersama blok tersebut. .

Nama Sebagai grup yang diperluas ini belum diumumkan secara resmi, Tetapi kemungkinan Berencana diberi nama “BRICS+”. Jika digabungkan, anggotanya berjumlah Disekitar 45% Di Pertumbuhan dunia atau Disekitar 3,5 miliar orang.

Perekonomian mereka bernilai Disekitar USD30 triliun – Disekitar 28% Di perekonomian Dunia, menurut data Lembaga Keuangan Internasional.

3 Negeri Asia Tenggara yang Ingin Bergabung Bersama BRICS, Salah Satunya Tetangga Indonesia

1. Malaysia

Foto/AP

BRICS ini “dapat membantu ekonomi digital Malaysia tumbuh lebih cepat Bersama memungkinkan Negeri tersebut berintegrasi Bersama Negeri-Negeri yang Memiliki pasar digital yang kuat dan juga memanfaatkan praktik terbaik Di anggota lainnya,” Rahul Mishra, profesor Di Pusat Studi Indo-Pasifik Di Jawaharlal Nehru Universitas Di New Delhi, kepada DW.

Perdana Pembantu Kepala Negara Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Di sebuah wawancara Bersama portal berita China Guancha bahwa negaranya Berencana segera memulai prosedur formal.

Di Malaysia, sentimen publik Di ini lebih berpihak Ke China, Negeri Bersama ekonomi terbesar kedua Di dunia Sesudah Amerika Serikat, menurut survei terbaru yang dilakukan Dari ISEAS-Yusof Ishak Institute, sebuah wadah pemikir Singapura.

Ke bulan Juni, Pada kunjungan tiga hari Perdana Pembantu Kepala Negara China Li Qiang Di Malaysia, Anwar mengkritik “propaganda yang tak henti-hentinya Berkata bahwa kita harus melontarkan fitnah dan takut Berencana dominasi Tiongkok secara ekonomi, militer, dan Keahlian.”

“Kami tidak melakukannya. Kami Di Malaysia, yang Memiliki sikap netral, Memiliki tekad Sebagai bekerja sama Bersama semua Negeri dan Bersama China,” tambahnya.

Di pandangan Rahul Mishra, profesor Di Pusat Studi Indo-Pasifik Di Jawaharlal Nehru Universitas Di New Delhi, kepada DW, BRICS dapat membantu ekonomi digital Malaysia tumbuh lebih cepat Bersama memungkinkan Negeri tersebut berintegrasi Bersama Negeri-Negeri yang Memiliki pasar digital yang kuat dan juga memanfaatkan praktik terbaik Di anggota lainnya.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: 3 Negeri Asia Tenggara yang Ingin Bergabung Bersama BRICS, Salah Satunya Tetangga Indonesia